"SoMeTiMeS oUr LiFe iS FiLLeD WitH cOLoUrS, aT tImEs, wE LiVe In TeArS"

UjangMD FeaT Makcik ZainunG


Home Games Download Songs Lyrics 18SX TV(Live) PERMINTAAN LAGU FORUM Blogger Kick Start Template


Thursday, October 19

Haruskah..

Argh.. hari ini liat betul nak bangun pi kerja...Pagi yang dingin ini kekadang tidak mengerti keadaan. Setelah ia rentap tirai malam dari tidur Ujang, buruk lakunya makin terserlah. Bayu sejuk menerpa masuk mencelahi ruang tingkap, menyentuh dan menyuntik organ terluas tubuh Ujang hingga rasa gigilan. Seraya, seangkatan tentera hitam yang kurus-kurus di betis Ujang menegak(apa tu ek???), mengerah keringat membanting usaha. Cepat-cepat Ujang kaut kerumun udara yang ada, membarisi tiang-tiang roma dan melapisi struktur tebat, melawan kedinginan pagi.Tidakkah Pagi tahu Ujang mahu terus lemas dalam pelukannya.

Usah Ujang dikejutkan biar hari sudah membuta. Abaikan manusia ini seketika. Atas pentas beradu, yang Ujang tidak mahu berlalu, yang Ujang damba diteruskan kehangatan dakapan itu. Ujang ramas dan Ujang alihkan dia ke sana sini, mencari "sweet spot" untuk Ujang meneruskan kemalasan Ujang sambil separa lena. Bukan semua kelemasan itu menyiksakan, yang ini amat membahagiakan. Ujang eratkan lagi lingkungan pelukkan Ujang. Ujang genggam kuat-kuat tubuhnya(bantal lol) agar dapat Ujang lepaskan segala yang dirindu dalam jiwa.

Ujang usap lengkuk tubuhnya mengingat saat akhir dirinya Ujang belai.Dia bagai dalam kebiasaan, sekadar terdiam dan membiarkan semuanya berlaku. Tanda kebenaran Ujang perlakukan dia. Mungkin dia faham perasaan Ujang yang dipenuhi harapan, tinggi dan melintang luas. Tiada salah jua untuk Ujang meluahkan isi-rasa pada kala yang sesuai begini. Aduhai Makcik Zainung, Ujang gamit melangit saat ini.Alangkah indahnya jika perasaan, dalam keadaan ini tidak hilang selamanya. Immortal seadanya. Semangat syukur Ujang yang diselangi haba aliran tubuhnya membuatkan Ujang hilang masalah. Membawa Ujang bebas, terlepas ikatan duniawi yang mencabar dan celaka. Ujang mengumpama Ujang sudah sampai di sana.Terima kasih atas kesudianmu bantal kerana menemani diri ini, dalam lena atas mesra. Bawa makna.

Arghh di tempat kerja lagu di tempat kerja. Mungkin hati Ujang telah boleh disamakan seperti batu. Pernah dulu Ujang pernah berkata hati ini amat sensitif dan bila terluka memang amat payah diubati. Mungkin itulah kelahiran Ujang, menjadi manusia yang begitu. Mungkin ternampak seperti Ujang terlalu mementingkan diri, tapi dalam hati ini siapa yang tahu. Pengorbanan Ujang, masa Ujang, semuanya adalah penting bagi Ujang. Ujang mungkin gagal mempertahankan hak Ujang, tapi perlukah Ujang tahankan hak yang bukan milik Ujang. Betapa selagi kita mempertahankan, selagi itu dia semakin jauh.

Mungkin ini pengajaran yang perlu Ujang ambil. Ketika ini, segala yang Ujang lakukan adalah untuk kebaikan semua pihak disekeliling Ujang. Ujang tidak mahu wujud sebagai orang tengah atau apa-apa yang berkaitan dengan dunia Ujang lagi. Ada ketika Ujang begitu malu dengan diri Ujang sendiri. Benar kata Makcik Zainung, kadangkala yang kita harapkan mungkin itu bukan harapan kita. Ujang mula mengiyakan kata-kata itu. Mungkin ada hikmahnya, dan yang terbaik untuk Ujang buat kisah masa depan Ujang bukan dia. Dan mungkin akan muncul yang lebih indah dari itu.

Bagi Ujang masa dan pengorbanan Ujang amat penting bagi Ujang. Ujang bukan lagi yang dulu. Ujang bagaikan kelahiran semula, segala kenangan dan memori Ujang dulu akan Ujang tanam sedalam-dalamnya dan Ujang takkan benarkan sesiapa untuk membukanya kembali. Bukan menambah gembira dihati tapi menambah gundah yang sedia ada. Biarlah dia kenal diri Ujang yang baru. Sebagai Ujang yang dilahirkan semula. Dan kisah untuk masa depan Ujang akan UJang buka yang baru.Tiada lagi harapan lama, akan ujang bina harapan baru ditapak baru dan takkan tanam ditapak yang lama.

Segalanya telah mengajar Ujang menjadi lebih dewasa dalam memikirkan yang terbaik untuk Ujang. Ibarat batu, akan Ujang campakkan jauh di tengah laut kenangan yang akan Ujang simpan selamanya. Akan Ujang sisipkan segalanya di dalam hati Ujang.Terimalah Ujang seadanya dan itulah Ujang. Kasih Ujang takkan berubah dan itulah yang satu. Ujang tidak mahu menjadi seperti mereka yang lain, dan Ujang bila bercinta, jiwa dan perasaan Ujang adalah pertaruhan Ujang. Jadi jangan sia-siakannya. Seperti dia yang membuat UJang berkecil hati selamanya.

Bila Ujang melangut ke langit melihat bintang-bintang, Ujang tahu ada kemungkinan dalam beberapa jarak, (mungkin sebatu, mungkin beribu) dia juga memandang langit yang sama. Langit yang mungkin tak berubah sejak sedekad lalu.Mungkinkah dia juga sama? Sekelumit perasaan yang tertanam sangat dalam hinggakan ia tak dapat berubah. Atau cuba di buang tapi saki bakinya sangat degil melekat.(fikiran penuh harapan yang hanya memungkinkan apa yang kita ingin percaya, jadi kita buat andaian. Supaya kita tak mati tanpa harapan)Tapi Ujang manusia, yang jangkahayatnya hanyalah sehela nyawa bintang-bintang. Tak mungkin Ujang tak berubah.Kadang-kadang Ujang melihat diri ini seperti gunung-ganang, seperti bintang-bintang, yang memerhati perubahan sementara diri Ujang, menanti dan kekal seperti bila-bila.Malam ini bawalah diri yang dulu, lengkap dengan bau, lengkap dengan rasa kulit, lengkap dengan tabiat, lengkap dengan riak-riak wajah, biar realiti dulu dicipta semula dalam mimpi,sedang tidur Ujang diperhati bintang-bintang.

Posted by Ujang_MD :: 10/19/2006 09:39:00 AM :: 0 Comments:

Post a Comment


Best Malaysian Sites Page Rank Checker

© UjangMD FeaT Makcik ZainunG 2009 - Template by UjangMD.